Gaya Hidup ‘Low-Profile’ Santri Jabal Rahmah: Tren Baru Melawan Budaya Flexing 2026

Admin/ Januari 5, 2026/ Berita

Tahun 2026 ditandai dengan puncak kelelahan masyarakat terhadap budaya pamer kekayaan atau flexing di media sosial. Di tengah gempuran konten yang memuja kemewahan material, muncul sebuah gerakan kontradiktif yang menarik perhatian luas, yaitu gaya hidup ‘low-profile’ yang dipraktikkan secara konsisten oleh para santri di Pesantren Jabal Rahmah. Gerakan ini bukan sekadar bentuk penghematan ekonomi, melainkan sebuah filosofi hidup yang mendalam tentang kecukupan dan ketenangan jiwa. Apa yang awalnya merupakan prinsip internal pesantren, kini justru menjadi tren gaya hidup baru yang banyak diadopsi oleh masyarakat urban yang merindukan kebermaknaan hidup.

Prinsip utama dari perilaku ini adalah kesadaran bahwa nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh apa yang ia kenakan atau kendaraan apa yang ia tumpai. Santri Jabal Rahmah dididik untuk merasa cukup dengan apa yang ada dan tidak haus akan pengakuan publik melalui simbol-simbol materi. Dalam menerapkan gaya hidup ‘low-profile’, mereka lebih fokus pada kualitas ilmu dan kontribusi sosial dibandingkan dengan jumlah followers atau barang-barang bermerek. Di era di mana semua orang berlomba untuk menjadi pusat perhatian, sikap bersahaja dan tenang dari para santri ini memberikan aura kewibawaan yang alami dan tulus, yang justru lebih memikat dibandingkan kemewahan yang dipaksakan.


Judul Halaman Pemisah Judul situs

Dampak dari gaya hidup ini sangat terasa pada kesehatan mental para penganutnya. Dengan melepaskan diri dari kompetisi status sosial.

Dampak dari gaya hidup ini sangat terasa pada kesehatan mental para penganutnya. Dengan melepaskan diri dari kompetisi status sosial, para santri terhindar dari penyakit hati seperti iri dan dengki yang sering kali dipicu oleh konten media sosial. Gaya hidup ‘low-profile’ memberikan ruang bagi mereka untuk lebih mensyukuri hal-hal kecil dalam hidup, seperti nikmatnya makan bersama atau kedamaian saat belajar di malam hari. Bagi masyarakat luas yang mengikuti tren ini, mereka mulai merasakan penurunan tingkat stres yang signifikan karena tidak lagi merasa terbebani untuk memenuhi standar gaya hidup orang lain yang tidak realistis.

Secara ekonomi, tren ini juga membawa perubahan besar dalam pola konsumsi. Santri Jabal Rahmah lebih mengutamakan fungsi daripada gengsi. Mereka tidak mudah tergiur oleh tren teknologi yang berubah setiap bulan jika perangkat yang mereka miliki masih berfungsi dengan baik.

Share this Post