Kemah Literasi Ponpes Jabal Rahmah: Ngaji & Baca di Alam

Admin/ Februari 24, 2026/ Berita

Membangun minat baca di era gempuran gadget dan media sosial bukanlah perkara mudah, terutama di lingkungan pendidikan tradisional. Namun, inovasi kreatif lahir dari lereng pegunungan tempat Kemah Literasi diselenggarakan secara rutin oleh para santri dan pengajar. Program ini bukan sekadar kegiatan berkemah biasa, melainkan sebuah strategi untuk mendekatkan santri dengan buku dan kitab melalui suasana yang lebih santai dan menyatu dengan semesta. Dengan meninggalkan sejenak rutinitas asrama, para santri diajak untuk menemukan kembali keasyikan mengeksplorasi kata-kata di bawah rindangnya pepohonan.

Inisiatif yang digarap oleh Ponpes Jabal Rahmah ini memiliki tujuan ganda: meningkatkan literasi sekaligus memperkuat kecintaan terhadap ciptaan Tuhan. Di lokasi perkemahan, didirikan tenda-tenda pustaka yang berisi berbagai koleksi, mulai dari kitab-kitab klasik, buku sejarah, hingga literatur sains populer. Para santri diberikan kebebasan untuk memilih bacaan yang mereka sukai, lalu mendiskusikannya di depan api unggun saat malam hari. Suasana alam yang terbuka terbukti mampu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan daya imajinasi, sehingga proses penyerapan informasi menjadi berkali-kali lipat lebih efektif dibandingkan di dalam kelas yang kaku.

Kegiatan utama dalam perkemahan ini tetap mempertahankan marwah pesantren, yaitu sesi Ngaji & Baca yang dilakukan secara bergantian. Pagi hari diawali dengan tadarus Al-Quran sembari menghirup udara segar pegunungan, diikuti dengan sesi membaca mandiri di titik-titik estetis seperti tepi sungai atau bawah air terjun. Pelatih literasi sengaja mengarahkan santri untuk menuliskan kembali apa yang mereka baca dalam bentuk esai atau puisi singkat yang terinspirasi dari keindahan alam sekitar. Hal ini melatih kemampuan berpikir kritis dan kreativitas santri sejak dini, mengubah mereka dari sekadar konsumen informasi menjadi produsen karya.

Keunikan dari metode belajar Di Alam ini adalah terciptanya kedekatan emosional antara teks yang dibaca dengan realitas yang terlihat. Misalnya, saat membaca kitab tentang bab air (Thaharah), santri bisa langsung melihat sumber mata air murni dan belajar tentang bagaimana siklus hidrologi bekerja secara nyata. Pendidikan berbasis pengalaman ini membuat ilmu yang didapat menjadi sangat berkesan dan sulit dilupakan. Jabal Rahmah ingin memastikan bahwa santri mereka tidak hanya hafal teks secara tekstual, tetapi juga mampu melakukan kontekstualisasi ilmu di dunia nyata yang penuh dengan tantangan ekologis.

Share this Post