Kemandirian Santri Jabal Rahmah: Pelatihan Dasar Pertukangan Kayu Sebagai Skill

Admin/ April 21, 2026/ Berita

Dalam upaya memperluas wawasan kreatif di era digital, Ponpes Jabal Rahmah juga memberikan pembekalan berupa desain komunikasi visual yang dapat digunakan sebagai sarana dakwah modern. Namun, fokus pada keterampilan fisik tetap menjadi prioritas melalui pelatihan dasar pertukangan yang mengajarkan santri cara mengolah kayu menjadi produk yang bermanfaat. Langkah kemandirian santri ini diharapkan dapat membekali mereka dengan kayu sebagai skill tambahan yang sangat berguna saat mereka kembali ke lingkungan asal atau bahkan saat ingin membuka usaha mikro secara mandiri setelah lulus nantinya.

Pelatihan Dasar Pertukangan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengenalan jenis-jenis kayu, penggunaan alat-alat pertukangan manual dan elektrik secara aman, hingga teknik penyelesaian akhir (finishing) agar produk terlihat estetis. Para santri Jabal Rahmah diajarkan untuk membuat barang-barang sederhana yang dibutuhkan di lingkungan pondok, seperti meja belajar, rak buku, hingga bingkai kaligrafi. Selain memberikan manfaat fungsional, proses pertukangan ini juga melatih kesabaran, ketelitian, dan daya konsentrasi santri, yang secara tidak langsung berdampak positif pada disiplin belajar mereka dalam ilmu agama.

Instruktur yang didatangkan adalah para pengrajin profesional yang telah lama bergelut di bidang industri kayu. Mereka tidak hanya memberikan teori, tetapi lebih banyak memberikan porsi praktik langsung di bengkel kerja pesantren. Santri diajak untuk memahami bahwa setiap potongan kayu memiliki karakteristik unik yang memerlukan perlakuan berbeda. Keterampilan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri pada diri santri, karena mereka dapat melihat hasil nyata dari kerja keras dan kreativitas mereka dalam bentuk benda fisik yang dapat digunakan oleh banyak orang.

Kemandirian ekonomi merupakan salah satu pilar penting dalam visi besar Jabal Rahmah. Dengan memiliki keterampilan bertukang, santri memiliki alternatif mata pencaharian yang halal dan terhormat. Di masa depan, pesantren berencana untuk memasarkan hasil karya santri ini melalui platform digital atau pameran produk lokal, sehingga hasil penjualannya dapat digunakan kembali untuk pengembangan fasilitas pesantren. Ini adalah siklus ekonomi syariah yang sehat, di mana kemandirian individu berkontribusi pada kemajuan institusi secara kolektif.

Share this Post