Misi Jabal Rahmah: Selamatkan Bahasa Daerah yang Nyaris Punah

Admin/ Februari 22, 2026/ Berita

Keberagaman bahasa di Indonesia adalah kekayaan intelektual yang tidak ternilai harganya. Namun, di tengah gempuran modernisasi dan dominasi bahasa asing, banyak bahasa daerah yang kini berada di ambang kepunahan. Fenomena ini memicu kekhawatiran akan hilangnya identitas budaya lokal. Menanggapi situasi kritis tersebut, Jabal Rahmah meluncurkan sebuah misi ambisius untuk melakukan revitalisasi dan penyelamatan terhadap dialek serta kosakata lokal yang mulai ditinggalkan oleh generasi muda.

Langkah untuk selamatkan warisan luhur ini dimulai dengan melakukan pendokumentasian secara mendalam. Banyak bahasa daerah yang tidak memiliki bentuk tulisan, sehingga hanya bergantung pada tradisi lisan dari orang-orang tua. Jabal Rahmah bergerak ke pelosok-pelosok untuk mencatat, merekam, dan menyusun kembali struktur bahasa tersebut agar bisa dipelajari kembali. Tanpa upaya serius, dalam beberapa dekade ke depan, kita mungkin hanya akan mengenal nama bahasa tersebut tanpa tahu bagaimana cara mengucapkannya.

Misi ini bukan tanpa tantangan. Salah satu hambatan terbesar adalah kurangnya minat generasi milenial dan Gen Z untuk menggunakan bahasa ibu dalam percakapan sehari-hari. Bahasa daerah sering kali dianggap kuno atau tidak keren. Di sinilah peran Jabal Rahmah menjadi sangat krusial. Mereka mencoba mengemas pembelajaran bahasa daerah dengan cara yang lebih segar dan relevan dengan gaya hidup masa kini. Misalnya, dengan mengintegrasikan kosakata lokal ke dalam konten digital atau karya sastra modern.

Punahnya sebuah bahasa berarti hilangnya sebuah cara pandang terhadap dunia. Dalam setiap istilah daerah, terkandung filosofi dan kearifan lokal yang tidak bisa diterjemahkan secara sempurna ke dalam bahasa lain. Jika bahasa tersebut punah, maka hilang pula pengetahuan tentang obat-obatan tradisional, cara bertani, hingga sistem sosial yang telah dipraktikkan selama berabad-abad. Penyelamatan bahasa daerah adalah upaya menjaga “perpustakaan hidup” peradaban nusantara.

Strategi yang diterapkan juga melibatkan tokoh adat dan praktisi pendidikan. Jabal Rahmah mendorong agar bahasa daerah kembali menjadi bahasa pengantar yang membanggakan di lingkungan keluarga. Melalui berbagai workshop dan festival literasi, masyarakat diajak untuk menyadari bahwa menjadi fasih berbahasa daerah tidak membuat mereka ketinggalan zaman, justru sebaliknya, itu adalah tanda kedalaman karakter dan penghormatan terhadap leluhur.

Share this Post