Pesantren Hijau: Jabal Rahmah Pelopori Sedekah Pohon di Perbukitan

Admin/ Februari 16, 2026/ Berita

Isu lingkungan hidup kini menjadi perhatian serius di berbagai kalangan, termasuk lembaga pendidikan agama. Pesantren Jabal Rahmah mengambil langkah revolusioner dengan mengusung konsep Pesantren Hijau sebagai identitas baru mereka. Kesadaran ini tumbuh dari pemahaman bahwa menjaga alam adalah bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Terletak di kawasan perbukitan yang rawan erosi, pesantren ini tidak hanya mengajarkan santrinya membaca teks-teks suci, tetapi juga membaca tanda-tanda kerusakan alam yang membutuhkan tindakan segera.

Salah satu program unggulan yang kini menjadi pembicaraan hangat adalah gerakan Sedekah Pohon. Program ini mengajak seluruh elemen masyarakat, wali santri, dan para simpatisan untuk menyisihkan sebagian harta mereka bukan hanya dalam bentuk uang tunai untuk pembangunan gedung, melainkan dalam bentuk bibit tanaman produktif. Setiap pohon yang ditanam dianggap sebagai amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir selama pohon tersebut memberikan manfaat, baik berupa oksigen, keteduhan, maupun buah yang dihasilkan. Langkah ini secara langsung mengubah wajah perbukitan di sekitar pesantren menjadi lebih asri dan terlindungi.

Kawasan perbukitan yang mengelilingi Jabal Rahmah dulunya sering mengalami masalah kekeringan saat kemarau dan ancaman longsor saat musim hujan. Namun, sejak program ini dijalankan secara masif, struktur tanah mulai menguat karena akar-akar pohon yang ditanam oleh para santri mulai mengikat tanah dengan baik. Para santri diajarkan teknik menanam yang benar, cara merawat bibit agar tidak mati, hingga sistem irigasi sederhana yang memanfaatkan sumber air pegunungan. Ini adalah pendidikan ekologi praktis yang sangat berharga bagi masa depan mereka.

Melalui inisiatif ini, Jabal Rahmah telah memelopori sebuah tren di mana sedekah memiliki dimensi lingkungan yang sangat kuat. Mereka membuktikan bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada ritual formal di dalam masjid, tetapi juga pada aksi nyata di lahan-lahan gundul. Pesantren hijau ini menjadi laboratorium alam bagi siapa saja yang ingin belajar tentang bagaimana menyelaraskan kehidupan spiritual dengan pelestarian lingkungan. Dengan konsistensi yang ditunjukkan, diharapkan gerakan ini dapat menular ke pesantren-pesantren lain di seluruh Indonesia, sehingga tercipta sabuk hijau yang melindungi bumi dari dampak pemanasan global melalui tangan-tangan dingin para penjaga wahyu.

Share this Post