Sorogan dalam Perspektif Modern: Relevansi untuk Pendidikan Abad ke-21

Admin/ Juni 25, 2025/ Edukasi

Metode sorogan, yang merupakan jantung pendidikan di pondok pesantren, kini menemukan relevansinya dalam perspektif modern. Di tengah tuntutan pendidikan abad ke-21, tradisi klasik ini menawarkan keunggulan unik yang dapat melengkapi model pembelajaran kontemporer, terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan penting bagi santri.


Sorogan adalah metode pengajaran personal di mana satu santri berinteraksi langsung dengan kiai atau ustaz, membaca kitab kuning, dan menerima koreksi serta penjelasan. Dalam perspektif modern, metode ini dapat dianalogikan dengan sistem tutoring atau bimbingan privat yang kini banyak diminati. Keunggulan utamanya terletak pada fokus individual, di mana guru dapat mengidentifikasi secara tepat kelemahan dan kekuatan setiap santri, kemudian memberikan bimbingan yang disesuaikan. Hal ini sangat efektif untuk mengembangkan pemahaman mendalam, berbeda dengan kelas besar di mana perhatian guru terbagi.

Relevansi sorogan untuk pendidikan abad ke-21 terlihat jelas dalam kemampuannya melatih beberapa keterampilan krusial. Pertama, berpikir kritis dan analitis. Santri dituntut untuk tidak hanya menghafal, tetapi memahami teks secara mendalam dan berani bertanya. Kedua, kemandirian belajar. Santri harus mempersiapkan diri sebelum sorogan, menunjukkan inisiatif dan tanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri. Ketiga, komunikasi interpersonal. Interaksi langsung dengan guru melatih santri untuk berkomunikasi secara efektif dan adab berbicara. Pada tanggal 10 April 2025, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer menunjukkan bahwa santri yang aktif dalam tradisi sorogan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan dengan rekan-rekannya yang hanya mengikuti pembelajaran klasikal.

Meskipun sorogan adalah metode klasik, ia dapat diintegrasikan dengan perspektif modern melalui pemanfaatan teknologi. Misalnya, rekaman audio atau video dari sesi sorogan dapat digunakan sebagai materi belajar ulang atau untuk evaluasi diri santri. Aplikasi digital juga bisa membantu santri dalam persiapan, seperti kamus interaktif atau flashcard kosa kata Arab. Pada hari Kamis, 20 Juni 2025, Pondok Pesantren Digital Nurul Fikri di Bogor meluncurkan platform e-sorogan yang memungkinkan santri berinteraksi dengan ustaz secara virtual, menjembatani jarak dan waktu. Peluncuran ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Agama dan sejumlah ahli teknologi pendidikan.

Dengan demikian, metode sorogan tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga model pembelajaran yang relevan dalam perspektif modern. Kemampuannya dalam memberikan perhatian individual, melatih keterampilan kritis, dan memupuk kemandirian menjadikannya alat yang sangat berharga untuk mencetak generasi santri yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan kompleks di abad ke-21.

Share this Post